Pertemuan 5 PDS : Studi Pemodelan dan Simulasi Oleh Intania Widyaningrum

 Studi Pemodelan dan Simulasi

Langkah - langkah studi simulasi:

  1. Formulasi Masalah
  2. Penetapan tujuan dan rencana proyek: pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah
  3. Konseptualisasi model: membangun model yang masuk akal
  4. Pengumpulan data: mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, disiplin layanan, laju pelayanan, dsb)
  5. Penerjemahan model: konversi model suatu bahasa pemograman
  6. Verifikasi: verifikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik
  7. Validasi: check apakah sistem merepresentasi sistem riil secara akurat
  8. Desain Eksperimen: berapa banyak runs? Untuk berapa lama? Jenis variasi masukannya seperti apa?
  9. Produksi runs dan analisis: running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran
  10. Jalankan lagi (More runs)? : mengulangi eksperimen jika perlu
  11. Dokumentasi dan pelaporan: dokumen dan laporan hasil
  12. Implementasi
Berikut adalah gambar langkah - langkah studi simulasi :



1. Formulasi Masalah

  • Mengidentifikasikan masalah yang akan diselesaikan
  • Mendeskripsikan operasi sistem dalam term-term obyek dan aktivitas dalam suatu layout
  • Mengidentifikasikan sistem dalam term-term variabel input (eksogen) dan output (endogen)
  • Mengkategorikan variabel input sebagai decision (controllable) dan parameters (uncontrollable)
  • Mendefinisikan pengukuran kinerja sistem (sebagai fungsi dari variabel endogen) dan fungsi obyek (kombinasi beberapa pengukuran)
  • Mengembangkan struktur model awal (preliminary)
  • Mengembangkan struktur mode lebih rinci yang mengidentifikasi seluruh obyek berikut atribut dan interfacenya

2. Penetapan tujuan dan rencana proyek

Pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah

3. Konseptualisasi model 

Membangun model yang masuk akal.
  • Memahami sistem
  1. Pendekatan proses (atau pendekatan aliran fisik (physical flow approach)) didasarkan pada tracking flow dari entitas-entitas keseluruhan sistem berikut titik pemrosesan dan aturan keputusan percabangan
  2. Pendekatan peristiwa (event) atau pendekatan perubahan keadaan (state change approach) didasarkan pada definisi variabel keadaan internal dan event sistem yang mengubahnya, diikuti oleh deskripsi operasi sistem ketika suatu event terjadi
  • Konstruksi model
  • Definisi obyek, atribut, metode
  1. Flowchart metode yang relevan
  2. Pemilihan bahas implementasi 
  3. Penggunaan random variates dan statistik kinerja
  4. Coding dan debugging

4. Pengumpulan data

Mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, disiplin layanan, laju pelayanan, dsb).
  • Observasi langsung dan perekaman manual variabel yang diseleksi (selected)
  • Time-stamping untuk mentrack aliran suatu entitas keseluruhan sistem
  • Menyeleksi suatu format data yang dapat diproses oleh komputer
  • Analisis statistik untuk menetapkan distribusi dan parameter data acak
  • Memutuskan data mana yang dipandang sebagai acak dan yang mana diasumsikan deterministik

5. Penerjemahan model

Konversi model suatu bahasa pemograman

6. Verifikasi

Verifikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik

7. Validasi

Check apakah sistem merepresentasi sistem riil secara akurat

8. Desain Eksperimen

Berapa banyak runs? 
Untuk berapa lama? 
Jenis variasi masukannya seperti apa?
-Evaluasi statistik output untuk menetapkan beberapa level presisi yang diterima dari pengukuran kinerja
-Analisis termisi digunakan jika interval waktu riil tertentu akan disimulasikan 
-Steady state analysis digunakan jika obyek of interest merupakan rata-rata log-term

9. Produksi runs dan analisis

Running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran

10. Jalankan lagi (More runs)? 

Mengulangi eksperimen jika perlu

11. Dokumentasi dan pelaporan

Dokumen dan laporan hasil

12. Implementasi

Terapkan pada sekala dunia nyata.

Kelebihan Simulasi

  1. Sebagian besar sistem riil dengan elemen-elemen stokastik tidak dapat dideskripsikan secara akurat dengan model matematik yang dievaluasi secara analitik. Dengan demikian simulasi seringkali merupakan satu-satunya cara
  2. Simulasi memungkinkan estimasi kerja sistem yang ada dengan beberapa kondisi operasi yang berbeda
  3. Rancangan-rancangan sistem alternatif yang diajunjurkan dapat dibangdingkan via simulasi untuk mendapatkan yang terbaik
  4. Pada simulasi bisa dipertahankam kontrol yang lebih baik terhadap kondisi eksperimen Simulasi memungkinkan studi sistem dengan kerangka waktu lama dalam waktu yang lebih singkat, atau mempelajari cara kerja rinci dalam waktu yang diperpanjang

Kelemahan Simulasi

  1. Seriap langkah percobaan model simulasi stokastik hanya menghasilkan estimasi dari karakteristik sistem yang sebenarnya untuk parameter input tertentu. Model analitik lebih valid
  2. Model simulasi seringkali mahal dan makan waktu lama untuk dikembangkan
  3. Output dalam jumlah besar yang dihasilkan dari simulasi biasanya tampak meyakinkan, padahal belum tentu modelnya valid

Jebakan/simulasi

  1. Gagal mengidentifikasi tujuan secara jelas
  2. Desain dan analisis eksperimen simulasi tidak memadai
  3. Pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai

Fitur-fitur software simulasi yang dibutuhkan

  1. Memabangkitkan bilangan random dari distribusi probabilitas U(0,1)
  2. Membangkitkan nilai-nilai random dari distribusi probabilitas tertentu, mis : eksponensial
  3. Memajukan waktu simulasi
  4. Menentukan event berikutnya dari daftar event dan memberikan kontrol ke blok kode yang benar
  5. Menambah atau menghappus record pada list
  6. Mengumpulkan dan menganalisa data
  7. Melaporkan hasil
  8. Mendeteksi kondisi error

10 pertanyaan:

1.Sebutkan contoh jenis permasalahan utama dimana simulasi dibangun menjadi alat yang bermanfaat!
  • Perancangan dan analisis sistem manufaktur
  • Evaluasi sistem persenjataan militer atau persyaratan militer lainnya
  • Penentuan persyaratan hardware atau protokol untuk jaringan komunikasi
  • Penentuan persyaratan hardware atau software untuk sistem komputer
  • Perancangan dan operasional sistem transportasi seperti bandara udara, jalan tol, pelabuhan laut dan jalan bawah tanah
  • Evaluasi rancangan pada orgnisasti jasa seperti call center, restoran cepat saji, rumah sakit, dan kantor pos
  • Reenginering pada pemilikan pabrik
  • Penentuan kebijakan peesanan barang pada sistem inventori
  • Analisis keuangan atau sistem ekonomi
2. Apa yang dimaksud dengan simulasi?
    Simulasi dapat didefinisikan sebagai teknik menirukan atau memperagakan kegiatan berbagai macam     proses atau fasilitas yang ada di dunia nyata.

3. Sebutkan beberapa kondisi yang membutuhkan simulasi!
  • Memepelajari interaksi inernal (sub)-sistem yang kompleks.
  • Mengamati sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkungan luar atau variabel internal.
  • Meningkatkan kinerja sistem melalui pembangunan / pembentukan model.
  • Eksperimen desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan.
  • Memahami dan memverifikasi solusi analitik.
  • Memgidentifikasi dan menetapkan persyaratan-persyaratan.
  • Alat bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya lebih rendah.
  • Visualisasi operasi melalui animasi.
  • Masalahnya sulit, memakan waktu, atau tidak mungkin diselesaikan melalui metode analitik atau numerik konvesional.
4. Sebutkan beberapa kondisi yang tidak memerlukan simulasi!
  • Jika masalah dapat diselesaikan deng metode sederhana.
  • Jika masalah dapat diselesaikan secara analitik,
  • Jika eksperimen langsung lebih mudah dilakukan.
  • Jika biaya simulasi dianggap terlalu mahal.
  • Jika sumber daya atau waktu idak tersedia.
  • Jika tidak ada data yang tersedia.
  • Jika verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.
  • Jika daya melebihi kapasitas (overestimed).
  • Jika sistem terlalu kompleks atau tidak dapat didefinisikan.
5 Apa yang dimaksud dengan pemodelan?

  Pemodelan adalah suatu representasi sederhana dari sebuah sistem (proses atau teori), bukan sistem itu   sendiri.

6. Sebutkan proses iteratif yang mengandung 3 langkah utama:
  1. Observasi sistem riil dan interaksi komponen dan pengumpulan data
  • Domain pengetahuan tertentu
  • Stakeholders : operator, teknisi, engineers
     2. Konstruksi model konseptual
  • Asumsi dan hipotesa komponen dan nilai-nilai parameter
  • Struktur sistem
    3.  Penerjemahan model operasional ke bentuk yang dikenal oleh komputer

7. Apa yang dimaksud dengan sistem menurut schmidth dan taylor?
    Sistem didefinisikan sebagai suatu kumpulan satu kesatuan seperti manusia dan mesin yang aktif dan    berinteraksi bersama-sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir pokok pikiran.  Praktisnya apa           yang diartikan sebagai sistem tergantung pada objektivitas pembelajaran tertentu.

8. Sebutkan apa saja komponen sistem?
  • Entitas merupakan obyek dalam sistem. Contoh: customer pada suatu bank
  • Atribuut merupakan suatu sifat dari suatu entitas. Contoh: Pengecekan neraca rekening customer.
  • Aktivitas merepresentasikan suatu periode waktu dengan lama bertentu. Periode waktu sangat penting karena biasanya simulasi menyertakan besaran waktu. Contoh: deposito uang ke rekening pada waktu dan tanggal tertentu.
  • Keadaan sistem didefinisikan sebagai kumpulan variabel-variabel yang diperlukan untuk menggambarkan sistem kapanpun, relatif terhadap obyektif dari studi. Contoh: Jumlah teller yang sibuk, jumlah customer yang menunggu dibaris antrian.
  • Peristiwa didefinisikan sebagai kejadian sesaat yang dapat mengubah keadaan sistem. Contoh: kedatangan customer, penjumlahan jumlah teller, keberangkatan customer
9. Ada 2 kategori sistem, sebutkan!
  1. Sistem Diskrit : Variabel-variabel keadaan hanya berubah pada set titik waktu yang diskrit. Contoh: Jumlah customer yang meunggudiantrian
  2. Sistem Kontinyu : Variabel-variabel berubah secara kontinyu menurut waktu. Contoh: arus listrik
10. Klasifikasi model dibagi menjadi 3, sebutkan!
Klasifikas Model dalam simulasi dibagi menjadi 3, yaitu :
  1. Model Simulasi Statistik vs Dinamik
  2. Model Simulasi Deterministik vs Stokastik
  3. Model Simulasi Kontinyu vs Diskrit
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning Uhamka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 11 PKT : Pengakuan Terhadap Kecerdasan Tiruan Oleh Intania Widyaningrum

Pertemuan 3 PKT : Domain Studi Kecerdasan Tiruan Oleh Intania Widyaningrum

Pertemuan 10 PDS : Pendekatan dalam Sistem Dinamik Oleh Intania Widyanigrum